Tuesday, 26 March 2013

Serba-serbi Calur Gembongdadi

Rabu, 6 maret 2013 menjadi momen penting bagi pria berkumis yang akrab di sapa dengan “mas jen”. Dengan segudang semangat dan kepercayaan diri, beliau melangkahkan kaki menuju kantor Balai Desa Gembongdadi, untuk mendaftarkan dirinya sebagai calur ( calon lurah ). Nampak semua warga berantusias mengiring calon kandidat yang satu ini, mulai dari bapak-bapak, ibu-ibu, pemuda, hingga anak-anak yang notabennya belum mendapatkan hak suara.
Mengapa tidak?
Dukuh Gembong yang mungkin bisa dikatakan sebagai sampulnya Desa Gembongdadi, baru kali ini warga Dukuh Gembong ada yang berani mendaftarkan diri sebagai calon kepala desa. Wajar saja masyarakat Dukuh Gembong sangat bersemangat untuk menjadikan Mas Jen sebagai Kepala Desa pada pilkades 10 April nanti. Dengan berbagai anggapan, seperti : “mending milih wonge dewek”, “men nggawe KTP lan KK ne perek”,dan lain sebagainya. Apapun itu yang terpenting adalah bisa membawa perubahan yang lebih baik lagi. Setuju?
Namun demikian, kabar-kabarnya tetap saja ada yang pro dan kontra. Akan tetapi hendaknya keadaan yang seperti ini disikapi dengan kesadaran berdemokrasi yang sehat. Jangan gara-gara pilkades kita semua menjadi saling bermusuhan. Persaingan adalah hal yang sangat wajar dalam kehidupan, dan persaingan yang sehatlah yang menjadi salah satu ciri-ciri masyarakat pintar demokrasi. Kita semua tentunya menginginkan kehidupan yang damai bukan? Jangan sampai hanya masalah pilkades sampai ada yang baku-hantam. Jalan masih panjang broo,...bukan hanya sampai di bui. Betul?
Semua masyarakat hendaknya menyadari betapa pentingnya momen 10 April nanti. Masyarakat harus benar-benar memahami apa,dan siapa yang di pilihnya. Tentunya tidak ada campur tangan “money” (alias duit). Uang memang menjawab semua kebutuhan kita, akan tetapi bukan berarti uang adalah segalanya. Karena kalau kita benar-benar menyadari, yang dibutuhkan kita ( sebagai masyarakat) bukan hanya sebatas uang dengan nominal tertentu, melainkan adalah masa depan yang lebih baik. Berpikir logis dan objektif hendaknya menjadi landasan pemikiran semua warga masyarakat Desa Gembongdadi dalam memilih calon kepala desa nanti.
By. Gelandang kecil

Sumber : photo by Anton Mas Anton.




No comments:

Post a Comment